Tenang, Jatuh, Lalu Mengalir Kembali
☘️ Perjalanan Yang Hebat, Dengan Teman Yang Tepat ☘️
🎔 tenang, jatuh, lalu mengalir kembali. ya, air terjun. kali ini aku akan bercerita sedikit tentang makna dan pengalamanku bersama air terjun semirang. udara, irama pohon, dan gemuruh air, semua masih bisa ku rasakan hingga kini. ada suara nafas yang lelah namun semangat, langkah kaki yang riang namun gemetar, dan tawa diiringi dengan keluhan. semua itu juga masih tersusun rapi dalam rak memori. aku dan ketiga temanku. satu teman kuliah yaitu Manda, kedekatan kami bisa dibilang akrab. dan dua teman SMA ku, Layla, Lisa. mereka berdua juga termasuk teman akrab. jika dengan Layla, bisa dibilang kedekatan ku dengannya tidak begitu akrab. kami hanya saling tahu karna kami pernah satu kelas dan organisasi semasa SMA. namun dengan Lisa bisa dibilang jauh dari kata akrab. bahkan semasa SMA bisa di hitung dengan jari tangan seberapa banyak kami pernah saling bicara. jika aku dengan teman SMA masih memiliki ikatan teman lama, lantas bagaimana dengan satu teman kuliahku manda. mereka bertiga barulah bisa dikatakan sebagai orang asing sungguhan. mereka tak pernah saling kenal, tak pernah saling sapa, bahkan tak pernah terbayang kehadirannya ada di semesta ini. namun bagaimana bisa orang-orang yang tak pernah akrab ini bersenandung riang bersama di dalam alam?
🎔 bertemu dengan trek yang curam di alam bukanlah kali pertama untukku, layla, dan lisa. namun bagi manda, teman kuliahku, itu adalah kali pertamanya. dulu aku pernah mendengar sebuah ungkapan "jika kita mendatangi alam entah itu gunung atau curug, datanglah bersama teman yang tepat". saat itu aku bertanya-tanya, apa maksud dari kata "teman yang tepat" itu? bukankah jika kita pergi bersama, dan ada salah satu dari kami yang mengalami kesulitan, yang lain akan dengan sendirinya menolong? karena pada dasarnya, rasa kemanusiaan itu tak bisa dihindarkan. lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan teman yang tepat?. lalu, di kemudian hari, akhirnya aku paham apa maksud dari ungkapan itu. ternyata tidak semua teman mau berusaha, jatuh, dan bangkit bersama. lantas, bagaimana dengan perjalanan kami selama di curug Semirang? bukankah kami adalah sekelompok orang yang bahkan belum benar-benar akrab? bagaimana mungkin kami tahu bahwa kamilah “teman yang tepat” itu? Jawabannya adalah kepercayaan dan keyakinan yang lahir dari hati. meskipun di antara kami belum saling mengenal dekat, ada rasa percaya yang tumbuh begitu saja. sebuah keyakinan sederhana dalam hati: “Aku tahu temanku baik, ia tak akan berbuat seperti itu.”
🎔dalam perjalanan kami, kepercayaan itu dapat dibuktikan. Karena ini adalah kali pertama untuk temanku, Manda, ia belum terbiasa dengan trek yang menanjak dan licin. Kami pun beberapa kali mengambil jeda untuk beristirahat, menyusun kembali keyakinan diri agar bisa mencapai puncak tujuan. Dalam setiap jeda itu, dua temanku, Layla dan Lisa, setia menemani tanpa sedikit pun merasa jengkel. setelah sekian lama kami melangkah dari satu tangga ke tangga lainnya, akhirnya kami tiba di tujuan. ya, air terjun itulah tujuan kami. kami menikmatinya dengan tenang. mendengarkan suara gemuruh air, suara alam, sekaleng kopi instan di tangan dan tak lupa mengabadikan beberapa foto. Setelah merasa cukup lama di sana dan melihat waktu yang mulai beranjak sore, kami memutuskan untuk turun, makan, lalu pulang. perjalanan pulang pun tak sepenuhnya mulus; kami sempat terpencar di jalan yang berbeda. namun lagi-lagi kami saling menunggu, tidak meninggalkan. di sini aku sangat berterima kasih dengan diriku terlebih dahulu yang yakin bahwa aku kuat dan bisa menjadi teman yang tepat itu. ku ucapkan juga rasa terima kasihku kepada manda, karena setuju untuk ikut bergabung dalam perjalanan hebat ini, mengantarkanku pulang walupun lelah, dan karna ia juga yakin dengan dirinya sendiri kalau dia juga bisa. dan yang terakhir ada kedua temanku Layla, dan Lisa. terima kasih sudah mengajakku dalam perjalanan yang hebat ini. terima kasih untuk tidak lelah setiap kali menungguku dan manda.
一一一一一一一一一一一一一 ♡♡♡ 一一一一一一一一一一一一一一一
🍁pada akhirnya aku ingin berkata: terima kasih sudah menjadi teman yang tepat
dalam perjalanan yang hebat ini.
_ayeshaabe 🍭



Komentar
Posting Komentar